Sabtu, 14 November 2009

Prilaku Konsumen

PRILAKU KONSUMEN.


Tontonan televisi mempengaruhi pola makan remaja?

Analisa dilakukan terhadap 564 pelajar SMP dan 1366 pelajar SMU pada tahun 1998-1999 (Waktu 1) dan pendataan ulang lima tahun kemudian (waktu 2). Responden dikelompokkan dalam 3 kelompok, yaitu penonton televisi terbatas (<2 jam /hari), penonton televisi cukup (2-5 jam/hari), dan penonton televisi berat (>5 jam/hari).
Pada pelajar SMP pada penonton televisi berat saat waktu 1, ditemukan bahwa berkurangnya asupan buah dan meningkatnya konsumsi minuman manis setelah lima tahun. Sedangkan pelajar SMU bila menonton televisi lebih dari lima jam sehari setelah lima tahun mengurangi konsumsi kondumsi buah, sayur, gandum utuh dan makanan kaya kalsium, akan tetapi meningkatkan konsumsi makanan gorengan, makanan cepat saji, produk makanan ringan, dan minuman manis (produk-produk yang umumnya diiklankan di televisi).
Pada kedua kelompok pelajar, makanan dan minuman yang biasanya diiklankan di televisi antara lain makanan ringan, minuman manis, dan makanan cepat saji. makanan sehat seperti buah, sayur, gandum utuh, dan makanan berlemak rendah jarang diiklankan di televisi. Penayangan berulang pada pangan berkalori tinggi, makanan dengan nurisi rendah akan meningkatkan keinginan untuk mengkonsumsi produk tersebut dan kemudian akan meningkatkan pembelian dan konsumsi produk yang diiklankan. Remaja yang menonton terlalu banyak televisi akan menjadi orang tua yang banyak menonton televisi, dan akan terus diberi tayangan iklan makanan yang tidak sehat. Meskipun remaja tahu bahwa banyak makanan yang diiklankan di televisi tidak sehat, mereka mungkin memilih untuk mengabaikannya dan tidak menyadari betul-betul akibatnya, karena pemeran yang mereka lihat mengiklankannya tidak gemuk.
Dari analisa yang dilakukan di Jakarta ini dapat disimpulkan bahwa menonton televisi pada masa SMP dan SMU diprediksi akan menghasilkan pola makan yang buruk lima tahun kemudian. Masa remaja merupakan target utama iklan restoran cepat saji, makanan ringan, dan minuman manis, yang akan mempengaruhi pilihan makanan. menonton televisi, terutama saat SMU, akan memiliki pengaruh jangka panjang terhadap pilihan makanan dan menghasilkan kebiasaan makan yang buruk pada remaja.
Remaja merukan periode perkembangan yang kritis dimana orang mulai membuat keputusan independen untuk memilih makanannya sendiri. Pada khususnya saat setelah SMU, mereka akan memiliki tanggung jawab yang semakin besar untuk menyipkan atau membeli makanannya sendiri, dan potensial untuk menjadi kebiasaan makan jangka panjang saat dewasa. Sehingga penting sekali untuk menjaga apa yang ditonton remaja.
1. Identifikasi alasan
Dikarenakan adanya dampak yang sangat kuat dari iklan terhadap konsumen maka para produsen sangat jeli memanfaatkan dampak tersebut sebagai lahan dalam pengembangan bisnis periklanan, dan cara untuk mendongkrak pemasaran sebuah prodak. Suatu hubungan metualisme dalam dunia bisnis.
2. Pertanyaan analisis
Definisikan konsep lingkungan , factor – factor lingkungan , apa yang akan muncul di permukaan dalam 10 tahun mendatang yang mempengaruhi konsumsi minuman ringan :
Berdasarkan konsep kedepan dimana konsumen mulai jeli dan pintar dalam memilih sebuah prodak, apakah akan berdampak negative terhadap kesehatan maka yang akan muncul 10 tahun kedepan lebih banyak minuman – minuman kesehatan yang kembali kea lam contoh dengan rasa sari buah yang lebih beragam, ini mulai terlihat sejak sekarang dimana minuman ringan berkemasan kotak maupun kaleng yang dulunya hanya pilihan susu segar, saribuah jeruk, the akan tetapi sekarang mulai banyak pilihan seperti rasa buah anggur, melon ,jambu batu, strauberi, lici, apel, dll
Kemungkinan terbesar kedepan akan muncul ragam rasa yang mungkin tidak terduga dari kita seperti minuman kaleng rasa wortel, tomat, asam kandis, tebu, nangka, cempedak, durian dll
Celah – celah bisnis seperti ini jika tidak buru – buru untuk direalisasikan kemungkinan besar akan diambil Negara lain sedangkan bahan – bahan dari prodak tersebut sangat mudah untuk didapatkan dan di budidayakan di Indonesia.


IKLAN DIHADAPANMU
1. Iklan dihadapan kita jika dilihat dari perspektif produsen jelas – jelas sangat menguntungkan produsen dan sangat menunjang marketing dalam pengenalan sebuah prodak dan pengaruh iklan terhadap prodak
Sedangkan iklan dihadapan kita jika dilihat dari perspektif konsumen ada yang berdampak positif dan ada yang berdampak negative.
a. Yang berdampak positif ; konsumen menjadi tahu sebuah prodak dari sebuah iklan yang memang dia butuhkan / dia inginkan untuk dibeli.
b. Yang berdampak negative : pengaruh iklan sangat besar sehingga terkadang konsumen seperti terhipnotis untuk membeli dengan adanya tayangan atau dari suara percakapan dalam iklan tersebut meskipun belum dibutuhkan.
2. Konsep prilaku konsumen yang menyngkut masalah motifasi contohnya seperti iklan minumaan ringan Aqua yang mencontohkan pola hidup sehat atau iklan minuman susu yang mendorong kita untuk berolah raga.
Sedangkan konsep prilaku konsumen yang menyangkut afeksi terhadap konsumen dimana iklan – iklan makanan siap saji dan minuman ringan bersoda yang terlihat menyehatkan dan menyegarkan akan tetapi menurut penelitian makanan dan minuman tersebut jika dikonsumsi rutin akan berdampak buruk terhadap kesehatan konsumen.
3. Selayaknya ada sebuah badan atau instansi yang mengatur, mengamati dan menegur sebuah iklan yang menipu, membohongi konsumen atau iklan yang sangat tidak berhubungan dengan prodak akan tetapi hanya menonjolkan bintang iklan wanita yang cantik dan seronok yang bias dilihat sewaktu – waktu oleh anak – anak dibawah umur.
Walau bagaimanapun etika sebuah bisnis perlu diatur jangan sampai para pebisnis mempunyai pola dengan cara apapun, atau bagaimanapun yang terpenting prodak tersebut bisa laku, dengan membuat iklan tanpa konsep yang jelas yang akhirnya akan berdampak sangat negative terhadap pemirsa iklan yang tidak bias di pilah sebab dilihat dan di tonton bebas oleh halayak umum.







Tidak ada komentar:

Posting Komentar